Beranda Sepak Bola Tim Nasional Indonesia Beruntung Mendapatkan John Herdman, Ini Alasannya

Tim Nasional Indonesia Beruntung Mendapatkan John Herdman, Ini Alasannya

66
0

JAKARTA – John Herdman resmi menjadi pelatih Tim Nasional Indonesia (Timnas). Sebelumnya, dia telah menjadi pelatih Tim Nasional Kanada yang sukses.

Jason deVos, yang pernah bekerja dengan Herdman, juga mengungkapkan bagaimana sang pelatih berhasil mengakhiri penantian Kanada selama 36 tahun untuk lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar.

DeVos, yang menjabat sebagai Direktur Pengembangan untuk Tim Nasional Kanada selama kepemimpinan Herdman, mengaitkan kesuksesan tersebut pada pendekatan yang berakar pada pengembangan karakter jangka panjang.

“Didukung oleh John Herdman, prinsip pengembangan pemain jangka panjang, termasuk penggunaan kegiatan latihan dan format pertandingan yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan pemain, mengkonfirmasi bahwa jalan menuju level elit dalam sepak bola dimulai dari akar rumput,” kata DeVos, yang juga menjadi asisten pelatih Herdman di Toronto FC, seperti dikutip dari Canada Soccer pada Selasa, 6 Januari 2026.

PSSI memperkenalkan Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026. Pelatih berusia 50 tahun tersebut datang dengan reputasi bukan hanya sebagai perancang taktis, tetapi juga sebagai pembangun budaya tim, terutama melalui pendekatan ‘persaudaraan’ di ruang ganti.

Catatan kinerja Herdman di Kanada, baik ketika mengelola tim pria maupun tim wanita, menunjukkan bahwa perubahan yang dia buat tidak dimulai dari papan taktis, tetapi lebih pada dinamika mental, ego, dan ruang ganti.

Di bawah kepemimpinannya, Kanada dikenal memiliki hubungan yang kuat, rasa saling percaya, dan identitas kolektif yang kokoh termasuk penguatan di level akar rumput.

“Pendekatan ini sejalan dengan prinsipnya yang berfokus pada mengajarkan dasar permainan kepada pemain muda. Jadi, memberi mereka kesempatan terbaik untuk mencapai level elit sepak bola,” ujar DeVos.

Konsep persaudaraan yang dibangun oleh Herdman tercermin dalam disiplin emosional dan rasa tanggung jawab antar pemain.

Junior Hoilett, yang menjadi bagian dari tim nasional Kanada di Piala Dunia 2022, juga menggambarkannya sebagai budaya persaudaraan tanpa ego pribadi.

“Apa yang dibangun John Herdman di sini adalah budaya persaudaraan yang nyata, tanpa agenda pribadi. Semua orang sejalan dan tahu mengapa mereka ada di sini untuk tim nasional,” kata Hoilett.

Dampak Herdman bahkan dirasakan secara personal. Rhian Wilkinson, mantan anggota Tim Nasional Wanita Kanada, mengatakan pengaruh Herdman tidak hanya terjadi di lapangan.

“John Herdman telah memberi dampak pada kita semua dengan cara yang sangat besar dan hanya sebagian kecil dari itu sebenarnya terkait langsung dengan sepakbola.”

“Mungkin terdengar berlebihan, tapi mungkin dia telah mengubah saya sebagai pribadi. Bahkan, saya baru mengenalnya ketika berusia 29 tahun,” kata Wilkinson.

Bagi Diana Matheson, mantan anggota Tim Nasional Wanita Kanada, keberhasilan Herdman tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari cara tim mencapai tujuannya bersama.

“Bagi tim, John Herdman penting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana kami memilih untuk mencapainya. Gaya bermain penting, dengan siapa kita melakukannya juga penting, tetapi yang lebih penting kami adalah orang Kanada yang baik di tim nasional,” kata Diana, yang saat ini berusia 41 tahun.

Herdman menekankan bahwa kesuksesan sebuah tim berasal dari fondasi budaya dan sistem yang kuat.

“Ketika kami membangun program Tim Nasional Wanita Kanada dari awal, semuanya dimulai dari nol. Mulai dari membangun sistem kinerja tinggi, pengembangan bakat, dan membawa orang yang tepat,” kata Herdman.