Barcelona harus bekerja keras untuk mengalahkan pemimpin divisi kedua Spanyol, Racing Santander 2-0 dalam babak 16 Copa del Rey di Stadion Sardinero, Jumat, 16 Januari 2026 dini hari WIB. Kemenangan tersebut meloloskan Barca ke perempat final. Barca menunjukkan konsistensi dalam performa meskipun bermain dengan formasi pemain yang berbeda. Setelah memenangkan dan mempertahankan gelar di Piala Super Spanyol atau Supercopa de Espana, Barca melanjutkan tren positif saat bermain di Copa del Rey. Berbeda dengan Real Madrid yang menjadi runner-up di Supercopa de Espana dan mengakibatkan pemecatan pelatih Xabi Alonso. Gagal di Arab Saudi, Madrid mencoba bangkit saat bermain di Copa del Rey. Namun hasilnya di luar ekspektasi karena Los Merengues bahkan kalah ketika menghadapi tim dari LaLiga 2, Albacete. Ironisnya, Madrid terpaksa menyerah 3-2 melawan Albacete yang menempati posisi paling bawah di klasemen divisi 2. Sedangkan Barca bertemu Racing yang memimpin klasemen LaLiga 2. Racing bahkan berkesempatan untuk kembali bermain di kelas tertinggi, LaLiga Spanyol, jika mereka mampu mempertahankan posisi mereka hingga akhir musim. Inilah yang membuat Barca harus bekerja keras di babak 16 Copa del Rey. Hasilnya membuat Barca menang 11 kali berturut-turut dalam berbagai kompetisi. Dalam pertandingan yang menghadirkan dua pemimpin klasemen dari kelas yang berbeda, Barca turun dengan kekuatan penuh. Namun, Flick tetap memainkan beberapa pemain pilar, termasuk Raphinha, Fermin Lopez, Robert Lewandowski hingga Ronald Araujo. Di sisi lain, bintang muda Lamine Yamal bersama Marcus Rashford menjadi starter. Mereka membangun trisula serangan dengan Ferran Torres menggantikan Lewandowski. Pertandingan itu sendiri terlambat selama 15 menit karena para penggemar yang ingin menonton kesulitan masuk ke stadion. Setelah semua orang bisa masuk, pertandingan dimulai dan Barca, yang memegang rekor 32 kali juara Copa del Rey, langsung mendominasi. Namun, Barca kesulitan menembus pertahanan kokoh Racing. Peluang terbaik diperoleh oleh gelandang Dani Olmo yang menyambut umpan silang Rashford. Namun, dia gagal memanfaatkan peluang tersebut. Ini adalah satu-satunya peluang yang diciptakan Barca. Sementara itu, Racing mendapat peluang melalui Giorgi Guliashvili. Namun tendangannya bisa dihentikan oleh kiper Joan Garcia sehingga skornya tetap 0-0 hingga babak pertama berakhir. Masuk babak kedua, Barca terus bermain secara ofensif dengan menekan pertahanan tim tuan rumah. Rashford telah mengancam gawang lawan namun masih gagal. Peluang pertama pemain pinjaman Manchester United itu masih bisa ditepis oleh kiper Jokin Ezkieta. Selanjutnya, tendangan Rashford melenceng sehingga tidak ada gol yang tercipta. Namun, kesabaran pemain Barca akhirnya membuahkan hasil. Setelah serangan mereka yang selalu gagal, Torres akhirnya membuka kebuntuan pada menit 66. Gol itu berasal dari assist Fermin Lopez yang masuk menggantikan Marc Bernal. Dia mengirimkan umpan kepada Torres yang berhasil mengecoh kiper Ezkieta sebelum menjebol gawang Racing. Unggul 1-0, Barca terus bermain secara ofensif. Namun, Racing juga memberikan perlawanan. Bahkan, mereka sebenarnya mencetak gol dua kali melalui Manex Lozano. Namun semua gol itu dianulir karena dia berada dalam posisi offside. Lozano kembali mendapat kesempatan untuk menyamakan kedudukan setelah berhadapan satu lawan satu dengan Garcia saat pertandingan memasuki injury time. Namun kiper masih mampu menggagalkan kesempatan bagus tersebut dan menutup peluang Racing untuk memaksa babak tambahan. Di sisi lain, Barca berhasil menambahkan satu gol sebelum pertandingan berakhir. Kali ini, Yamal mengamankan keunggulan Barca setelah menyambut umpan silang dari Raphinha yang menggantikan Rashford. Gol tersebut pada menit 90+5 memberikan Barca keunggulan 2-0 dan sebentar setelah pertandingan berakhir. “Kami tidak mengharapkan mereka begitu sulit dikalahkan,” kata Torres, yang mengakui bahwa pertandingan ini benar-benar tidak mudah untuk Barca. “Tapi kami tahu kami harus tetap tenang dan pada akhirnya semuanya berjalan seperti yang diharapkan,” katanya. Sementara itu, bek Racing, Alvaro Mantilla mengakui dia kecewa dengan kekalahan tersebut. Apalagi tim bermain sangat baik dan bahkan hampir sempurna. Namun, tuan rumah gagal memanfaatkan peluang sehingga mereka harus tersingkir di Copa del Rey. “Kami bermain sangat bagus. Penilaian kami terhadap pertandingan ini 10 dari 10. Hanya saja, dua gol kami dianulir dan memiliki peluang menjelang akhir pertandingan. Tapi begitulah sepakbola,” ujar Mantilla.





