Beranda Sepak Bola Pukul Como, AC Milan Dekat dengan Inter Milan

Pukul Como, AC Milan Dekat dengan Inter Milan

118
0

AC Milan bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Como 1907 dengan skor 3-1 dalam pertandingan Serie A Italia di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Jumat, 16 Januari 2026 WIB. Kemenangan penting ini memungkinkan Milan mendekati rival dari kota yang sama serta pemuncak klasemen, Inter Milan.

Persaingan di Liga Italia mulai menyempit. Inter meninggalkan para pesaing setelah mengalahkan Lecce 1-0. Di pertandingan lain, Napoli mulai tergelincir setelah bermain imbang 0-0 melawan Parma. Bahkan juara bertahan Napoli sudah tergusur oleh Juventus yang berada di posisi keempat.

Namun, Inter belum bisa berjalan sendiri dan nyaman menempati puncak klasemen. Milan masih berusaha untuk mengejarnya setelah menambah tiga poin saat mengunjungi markas Como.

Ya, kemenangan dalam pertandingan tandang penting bagi Milan. Pasukan yang dilatih oleh Massimiliano Allegri telah mencatat rekor impresif dengan 19 pertandingan beruntun tanpa pernah kalah.

Keberhasilan meraih kemenangan dalam pertandingan tandang membuat Milan bertahan di posisi kedua setelah mengumpulkan 43 poin. Mereka hanya terpaut tiga poin dari Inter. Sementara itu, Napoli di posisi ketiga memiliki 40 poin.

Di sisi lain, Como terpaksa menunda keinginan untuk memotong selisih poin dengan tim di atas mereka. Berambisi untuk masuk zona Liga Champions, namun Como, yang didukung oleh Grup Djarum, perusahaan di Indonesia, masih terjebak di posisi keenam dengan 34 poin. Mereka masih tertinggal lima poin dari Juve.

Kekalahan Como di kandang sangat mengecewakan. Apalagi tim yang dilatih oleh Cesc Fabregas mampu mendominasi pertandingan, terutama di babak pertama. Bahkan I Biancoblu unggul terlebih dahulu saat bek Marc Oliver Kempf berhasil membuka kebuntuan dalam beberapa menit awal pertandingan.

Pertandingan hanya berlangsung 10 menit, sundulan dari jarak dekat oleh Kempf saat menyambut umpan Martin Baturina memberikan Como keunggulan 1-0. Lebih dari itu, Como hampir menambah keunggulan melalui tendangan keras gelandang Nico Paz ke gawang. Namun, tendangannya masih brilian dapat dimentahkan oleh kiper Mike Maignan.

Dalam pertandingan itu, Maignan menunjukkan performa terbaiknya dan mencatat enam kali untuk melenyapkan peluang Como. Meskipun tuan rumah memiliki 63% penguasaan bola, mereka frustasi dengan performa impresif Maignan.

Termasuk sundulan dari jarak dekat Lucas Da Cunha pada menit ke-41. Kesempatan yang seharusnya menjadi gol namun berhasil digagalkan oleh kiper timnas Prancis tersebut. Bahkan Da Cunha tampak tidak percaya bahwa kesempatan gol bisa dicegah oleh Maignan.

Ketika Como menekan dengan permainan ofensif, Milan berhasil memanfaatkan celah untuk menyamakan skor. Kempf, yang menjadi protagonis keunggulan Como, kemudian melakukan kesalahan dengan menjatuhkan gelandang Adrien Rabiot di kotak penalti.

Wasit mengkaji insiden tersebut melalui VAR. Hasilnya, Kempf terbukti melakukan pelanggaran dan wasit mengarahkan ke titik putih. Penalti dieksekusi dengan baik oleh Christopher Nkunku pada menit ke-45. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Como masih menunjukkan dominasi atas Milan. Hanya saja Rossoneri bermain lebih efektif dan efisien yang membuat sulit bagi Como untuk menambah gol.

Bahkan Milan berbalik unggul ketika Rabiot berhasil membuka kebuntuan dengan mengalahkan kiper Jean Butez pada menit ke-55. Gol yang mengubah skor menjadi 2-1 membuat para pemain Milan semakin bersemangat. Mereka tetap bermain disiplin dengan pertahanan yang kokoh sehingga Como tetap kesulitan mencetak gol meskipun masih memiliki penguasaan bola.

Di sisi lain, Milan berhasil menambah gol yang mengokohkan keunggulan mereka. Rabiot menjadi bintang Milan dengan mencetak brace pada menit ke-88. Gol tersebut langsung membunuh Como. Skor berubah menjadi 3-1 dan tuan rumah tidak mampu mengejar. Skor tetap bertahan hingga akhir pertandingan.

“Kami menunjukkan karakter sejati kami untuk menang,” kata Rabiot merespons kemenangan Milan.

“Kami memang mengalami kesulitan di babak pertama. Tapi kami tidak menyerah. Di babak kedua kami bermain dengan mentalitas yang berbeda. Kami bermain dengan keinginan besar untuk mendapatkan tiga poin,” kata gelandang timnas Prancis tersebut.