Beranda Sepak Bola Pemain Pinjaman Man Utd Memimpin Aston Villa ke Liga Europa 16 Besar

Pemain Pinjaman Man Utd Memimpin Aston Villa ke Liga Europa 16 Besar

59
0

JAKARTA – Aston Villa lolos ke babak 16 besar Liga Eropa secara otomatis setelah mengalahkan Fenerbahce 1-0 dalam pertandingan di Stadion Fenerbahce Sukru Saracoglu Spor Kompleksi, Istanbul, Jumat, 23 Januari 2026 WIB. Satu-satunya gol Villa dicetak oleh Jadon Sancho, pemain pinjaman dari Manchester United.

Villa harus berjuang sebelum mengalahkan Fenerbahce. Dalam pertandingan itu, Sancho berhasil membuka kebuntuan ketika sundulannya masuk ke gawang Fenerbahce yang dijaga oleh mantan kiper Manchester City, Ederson, pada menit ke-25.

Setelah memimpin 1-0, Villa sebenarnya memiliki kesempatan untuk menambah gol. Hanya percobaan Matty Cash yang masih mengenai tiang gawang di babak kedua. Selanjutnya, kiper Villa Marco Bizot yang berdiri di bawah mistar menggantikan Emiliano Martinez melakukan beberapa penyelamatan brilian untuk mempertahankan keunggulan.

“Saya senang dengan gol pertama saya untuk Aston Villa. Yang lebih penting, gol itu membuat kami menang dalam pertandingan,” kata Sancho seperti dikutip dari france24.

“Jujur, saya tahu saya bisa berbuat lebih banyak [untuk Villa],” ujar Sancho, yang tak ragu memuji manajer Unai Emery yang memberinya kesempatan untuk bermain.

“Sangat bagus ketika manajer sepenuhnya mendukung dan percaya pada Anda. Ketika saya mendapat kesempatan, saya berusaha tampil 100% dan berharap bisa mencetak lebih banyak gol,” katanya lagi.

Villa sendiri berhasil memenangkan enam kemenangan dari tujuh pertandingan Liga Eropa. Tim Liga Premier Inggris ini juga menempati posisi kedua dengan 18 poin. Sama seperti Lyon yang memuncaki klasemen setelah mengalahkan Young Boys 1-0. Lyon sendiri kalah dari selisih gol.

Kemenangan yang membawa The Villans ke posisi kedua juga membuat tim itu lolos ke babak 16 besar atau knockout tanpa harus melalui babak play-off.

Sementara itu, tim Liga Inggris lainnya, Nottingham Forest gagal mencapai delapan besar setelah kalah 1-0 melawan tuan rumah Braga yang gagal mencetak gol dalam pertandingan tersebut.

Forest sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencetak poin ketika diberi penalti pada menit ke-53. Namun, eksekusi Morgan Gibbs-White dapat diselamatkan oleh kiper.

Hanya satu menit kemudian, gawang Forest kebobolan. Ironisnya, gol Braga disebabkan oleh kesalahan sendiri dari kapten Forest, Ryan Yates. Selain kalah, Forest yang dua kali memenangkan Piala Champions pada 1979 dan 1980, kehilangan Elliot Anderson yang dikeluarkan di waktu tambahan.

“Pertandingan yang membuat kami frustrasi dan membuatnya semakin gila adalah perubahan dalam waktu satu menit. Dalam pertandingan itu, kami sama sekali tidak mengalami kesulitan. Anda seharusnya mendapatkan hasil imbang dan tidak kalah,” kata manajer Forest, Sean Dyche.

“Mereka benar-benar tidak memiliki peluang [untuk mencetak gol]. Ketika ada krisis di depan gawang, sebuah gol terjadi,” katanya.

Kekalahan itu berarti Forest tetap berada di zona play-off pada posisi ke-16. Mereka memiliki 11 poin dan masih memiliki peluang untuk masuk delapan besar dan lolos secara otomatis jika memenangkan pertandingan terakhir. Namun, peluangnya sangat tipis karena banyak tim yang memiliki target yang sama dalam pertandingan terakhir fase kualifikasi.