Cuaca yang membaik pada hari Minggu membantu para penyelamat di pulau utama Indonesia, Jawa, untuk menemukan lebih banyak jenazah saat mereka menggali lumpur dan puing-puing untuk mencari puluhan yang hilang dalam tanah longsor yang menewaskan lebih dari dua puluh warga desa.
Tanah longsor dini hari di lereng Gunung Burangrang di provinsi Jawa Barat pada hari Sabtu mengubur sekitar 34 rumah di desa Pasir Langu. Pada hari Minggu, 72 orang masih belum ditemukan, banyak yang dikhawatirkan terkubur di bawah ton-tan tanah, batu, dan pohon yang tercabut. Sekitar 230 warga yang tinggal dekat lokasi evakuasi ke tempat perlindungan pemerintah.
Tim pencarian sebanyak 250 orang pada hari Minggu mengumpulkan sisa-sisa korban, termasuk potongan tubuh, dalam 14 tas jenazah, membawa total yang ditemukan menjadi 25, menurut Ade Dian Permana, yang memimpin kantor pencarian dan penyelamatan lokal. Mereka akan dilepaskan kepada kerabat setelah diidentifikasi oleh para ahli forensik.
Video yang dirilis oleh agensi pencarian menunjukkan para penyelamat menggunakan alat pertanian dan tangan telanjang untuk mengevakuasi jenazah dari lumpur. Permana mengatakan bahwa tanah longsor di lereng mencegah penggunaan peralatan berat. Dia memperkirakan tumpukan lumpur bisa mencapai hingga 5 meter tingginya, sambil mengatakan bahwa “tim kami harus bergerak dengan hati-hati”.
“Dalam beberapa rumah tertutup hingga ke level atap,” tambahnya.
Kepala Badan Pencarian dan Pemulangan Nasional, Mohammad Syafii, mengatakan tim juga menggunakan drone dan anjing pelacak untuk menemukan jenazah di sepanjang lokasi tanah longsor yang membentang lebih dari 2 kilometer.






