NORTHAMPTON, MA / ACCESS Newswire / January 22, 2026 / Program Lingkungan, Kesehatan, dan Keselamatan (EHS) yang komprehensif membantu menciptakan lingkungan kerja di mana orang dapat berkonsentrasi, bekerja sama, dan berperforma sebaik mungkin. Tetapi program EHS yang kuat tidak terjadi secara kebetulan; mereka memerlukan upaya yang disengaja, komitmen kepemimpinan, dan sistem yang melihat keselamatan dari setiap sudut pandang.
Di bawah ini, kami akan membagikan enam praktik terbaik yang membantu tim mencegah kecelakaan, tetap mematuhi peraturan, dan memperkuat upaya EHS mereka dari waktu ke waktu.
1. Bangun Budaya EHS dari Atas ke Bawah Ketika kepemimpinan memperlakukan EHS sebagai prioritas, itu menjadi bagian dari pola pikir operasional organisasi. Tanpa dukungan yang terlihat dari atas, bahkan program keselamatan yang dirancang dengan baik akan kesulitan mendapatkan daya tarik. Pemimpin yang berbicara jelas tentang harapan keselamatan, mengambil tanggung jawab atas kinerja EHS, dan aktif terlibat dalam inisiatif keselamatan, memberikan pesan yang jelas: keselamatan dan kesehatan kerja penting di sini. Bagaimana melakukannya Berikan contoh. Apakah itu mengenakan PPE yang tepat atau berhenti untuk menangani perilaku yang tidak aman, tindakan yang terlihat dari eksekutif dan manajer memberikan nada untuk apa yang diharapkan di seluruh organisasi. Jadikan keselamatan sebagai bagian dari percakapan. Masukkan topik EHS ke dalam town hall, tim huddle, dan pesan internal. Kenalkan tujuan keselamatan selama onboarding dan perkuat dalam sesi perencanaan tim. Akui perilaku keselamatan proaktif. Sorot tim atau individu yang menemukan bahaya potensial, berpartisipasi dalam audit keselamatan, atau membantu memperbaiki prosedur terutama saat tindakan itu mencegah kejadian. Hubungkan kinerja keselamatan dengan metrik kepemimpinan. Pastikan manajer dievaluasi tidak hanya berdasarkan output. Termasuk indikator EHS dalam KPI kepemimpinan membangun akuntabilitas ke dalam sistem.
2. Libatkan Karyawan dalam Keselamatan Sehari-hari Karyawan adalah yang paling dekat dengan operasi sehari-hari, yang berarti mereka sering menjadi yang pertama mengetahui risiko, hampir celaka, atau prosedur usang. Tetapi jika mengungkapkan diri terasa berisiko atau tidak penting bagi mereka, wawasan berharga mereka akan hilang. Ketika karyawan merasa yakin bahwa pengamatan mereka akan didengar dan dilakukan tindakan, keselamatan menjadi tanggung jawab bersama daripada direktif dari atas.
Dalam praktik, ini berarti menciptakan cara yang sederhana dan konsisten bagi karyawan untuk berbagi kekhawatiran dan memastikan bahwa kekhawatiran tersebut mengarah pada tindakan yang terlihat. Bagaimana melakukannya Buat loop umpan balik yang jelas dan konsisten. Gunakan obrolan kotak alat, pemeriksaan digital, dan pertemuan singkat untuk mengundang pengamatan dan berbagi pembaruan. Pertahankan nada percakapan untuk mendorong dialog terbuka. Latih karyawan untuk mengidentifikasi dan melaporkan bahaya. Berikan tim Anda contoh praktis tentang hal apa yang harus dicari dan proses pelaporan yang jelas. Perkuat bahwa pelaporan dini membantu mencegah kejadian.




