Beranda Sepak Bola Enzo Maresca dan Man City, Desas

Enzo Maresca dan Man City, Desas

183
0

JAKARTA – Manajer Manchester City, Pep Guardiola yakin bahwa ia tidak akan dipecat untuk digantikan oleh Enzo Maresca. Guardiola juga mengakui bahwa ia merasa nyaman di Man City karena menerima gaji yang sangat tinggi.

Guardiola merupakan manajer paling sukses di Man City. Sejak kedatangannya di Etihad pada tahun 2016, ia telah memenangkan semua trofi. Termasuk enam kali mengangkat trofi Liga Premier Inggris.

Pelatih asal Barcelona itu juga membawa Man City meraih trofi yang sangat diidamkan, Liga Champions. Kesuksesan berlanjut dengan memenangkan Piala Super UEFA dan Piala Dunia Klub.

Man City setidaknya keluar dari bayang-bayang rival kota mereka, Manchester United, yang telah mendominasi sepakbola Inggris. Bahkan MU tidak hanya menghentikan dominasi Liverpool tetapi menyamai pencapaian klub meskipun mereka masih kehilangan trofi Liga Champions.

Hanya masa depan Guardiola yang masih belum pasti, terutama ketika kontraknya berakhir pada tahun 2026/2027. Masih setahun di Etihad, tetapi ia telah dikabarkan akan meninggalkan Man City.

Terutama jika The Cityzens terbukti melanggar aturan financial fair play yang bisa berakibat pada pengurangan poin ke kelas yang lebih rendah dan pencabutan gelar juara.

Bagaimanapun, hingga kini Man City masih aman dan diharapkan bisa lolos dari jebakan hukuman jika tidak terbukti bersalah. Apalagi FA tampaknya memperlambat keputusan untuk klub tersebut.

Namun, Guardiola kemungkinan besar tidak akan bertahan di Etihad. Kabar bahwa kontraknya tidak diperpanjang muncul setelah Chelsea dan Maresca setuju untuk mengakhiri kerjasama mereka.

Ya, Maresca yang pernah menjadi asisten Guardiola di Man City telah dikabarkan akan menggantikan sang manajer. Terdapat rumor di media Inggris bahwa Maresca meninggalkan Chelsea setelah berbicara dengan Man City.

Alasannya adalah tim kembali mengalami kesulitan musim ini meskipun masih berada di posisi kedua dalam klasemen. Namun, hasil imbang 0-0 melawan Sunderland membuat Man City tertinggal empat poin dari Arsenal.

Hanya Guardiola memastikan bahwa ia tidak akan meninggalkan Man City. Ia juga percaya bahwa klub tidak akan mengpecatnya meskipun Erling Haaland dkk mengalami kesulitan mengejar The Gunners. Apalagi kompetisi masih berada di tengah jalan dan Man City juga berhasil lolos ke semifinal Piala Liga Inggris.

“Saya masih dibawah kontrak. Saya sudah mengatakan ini ribuan kali. Saya sudah di sini selama 10 tahun. Dan suatu hari saya akan pergi. Tapi saat ini saya masih memiliki kontrak dan pasti akan berjuang untuk tim ini,” kata Guardiola seperti yang dikutip oleh france24.

“Para direktur juga menghormati saya. Hal ini terbukti musim lalu setelah apa yang terjadi di klub ini. Ketika kami tidak bisa menang dalam dua atau tiga bulan. Mereka masih mendukung saya,” kata mantan pelatih Bayern Munich itu kembali.

Hanya, Guardiola pernah mengungkapkan bahwa ia hampir dipecat ketika Man City mengalami penurunan musim lalu. Namun, rencana tersebut dibatalkan meskipun Man City mengakhiri musim tanpa meraih trofi apapun.

Bahkan di final Piala FA, yang menjadi harapan terakhir, Man City kalah dari Crystal Palace yang tidak diunggulkan.

“Kontrak saya masih satu tahun. Lagipula, saya bahagia di sini,” kata Guardiola, yang mengakui bahwa ia merasa nyaman karena mendapatkan gaji yang sangat tinggi.

Ia menerima gaji 20 juta poundsterling per tahun atau sekitar 449 miliar rupiah yang menjadikannya manajer dengan gaji tertinggi di Liga Inggris.

Hal ini wajar karena Guardiola membawa Man City meraih kesuksesan besar. Sama seperti Sir Alex Ferguson yang selama lebih dari satu dekade menjadi manajer termahal ketika MU meraih berbagai trofi setiap musim.

“Gaji saya sangat tinggi. Dan saya masih punya kontrak. Jadi apa yang lagi yang perlu saya katakan,” katanya.

Menariknya, Guardiola akan menjamu Chelsea, yang ditinggalkan oleh Maresca di Etihad, pada Senin, 5 Januari 2026 WIB. Tim tamu belum menemukan pengganti Maresca, sehingga mereka memanggil pelatih dari tim U-21, Calum MacFarlane.

Hanya insiden kecil. MacFarlane sedikit kerepotan karena belum mendapat izin untuk masuk ke markas latihan tim utama di Cobham. Namun akhirnya ia berhasil masuk ke lapangan latihan untuk mempersiapkan tim menghadapi Man City.