Manchester United memecat Ruben Amorim dari kursi manajer pada hari Senin, 5 Januari 2026. Pengumuman tersebut dibuat kurang dari 24 jam setelah pelatih Portugal itu mengadakan konferensi pers mengejutkan setelah imbang 1-1 melawan Leeds United.
Dalam konferensi pers pada hari Minggu, 4 Januari 2026 WIB, dia mengkritik pejabat Manchester United karena “melakukan pekerjaan mereka”.
Pernyataan tersebut langsung menimbulkan keraguan tentang masa depannya di Old Trafford. Alasannya, hal itu mengacu pada departemen talent scouting dan Direktur Olahraga, Jason Wilcox.
Dia menyuarakan kekecewaannya atas prospek tidak adanya pemain baru yang ditambahkan ke skuadnya selama jendela transfer Januari 2026.
Selain itu, Amorim juga mengisyaratkan campur tangan pejabat klub – terutama Direktur Olahraga – di ruang ganti tim yang ingin lebih banyak kontrol. Tidak heran, dia menekankan dalam konferensi pers bahwa dia ingin dilihat sebagai manajer, bukan pelatih.
“Saya melihat bahwa Anda menerima informasi yang selektif tentang segalanya. Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan untuk menjadi pelatih Manchester United, dan itu jelas.”
“Saya tahu, saya bukan (Thomas) Tuchel, bukan (Antonio) Conte, bukan (Jose) Mourinho, tapi saya adalah manajer Manchester United. Itu akan seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk menggantinya.”
“Saya akan melakukan pekerjaan saya. Setiap departemen, departemen talent-scouting, direktur olahraga, perlu melakukan pekerjaan mereka.”
“Saya akan melakukan pekerjaan saya selama 18 bulan dan kemudian kita akan lihat. Jadi, itulah poinnya. Saya ingin menyelesaikannya dengan itu.”
“Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai orang lain datang ke sini untuk menggantikan saya.”
“Itu akan berakhir dalam 18 bulan, lalu semua orang akan bergerak. Itu kesepakatan. Itu pekerjaan saya, bukan menjadi pelatih,” kata Amorim akhir pekan lalu.
Amorim lebih jauh pada saat yang sama menyuarakan kekhawatiran tentang pengaruh mantan pemain Manchester United yang sekarang bekerja di media, termasuk Gary Neville dan Paul Scholes.
Dia mengatakan bahwa klub perlu berubah jika tidak mampu mengatasi kritik dari luar.
“Jika orang tidak bisa menghadapi Gary Neville dan para kritikus tentang segala hal, kita perlu mengubah klub. Tidak, para pria, saya hanya ingin mengatakan itu,” katanya.
Sebenarnya, Amorim memiliki kontrak hingga Juni 2027 saat ia tiba di Manchester United dari Sporting CP pada November 2024. Namun, setelah 14 bulan di Old Trafford, yang penuh gejolak untuk menggantikan Erik ten Hag, masa jabatannya berakhir.
Dia memenangkan 24 dari 63 pertandingan yang dipimpinnya dan hanya mencatat 15 kemenangan di Liga Inggris. Amorim meninggalkan Manchester United di peringkat keenam dalam klasemen Liga Inggris setelah delapan kemenangan dari 20 pertandingan musim ini.
Selanjutnya, pelatih Manchester United U-18 Darren Fletcher akan menjadi manajer sementara, termasuk saat melakukan perjalanan ke markas Burnley pada Kamis, 8 Januari 2026, dini hari WIB.
Melansir ESPN, manajemen Setan Merah masih merencanakan untuk mencari pengganti Amorim, tetapi nampaknya lebih cenderung untuk menunjuk manajer sementara hingga akhir musim sebelum melakukan penunjukan permanen pada musim panas.





