Beranda Sepak Bola Real Madrid Semakin Ambigu, Dihilangkan oleh Tim Divisi Kedua di Copa del...

Real Madrid Semakin Ambigu, Dihilangkan oleh Tim Divisi Kedua di Copa del Rey

101
0

Madrid | Arbeloa Tereliminasi, Madrid Kalah 2-3 dari Albacete

Madrid semakin bernafsu setelah memecat pelatih Xabi Alonso. Namun sayang bagi pelatih Alvaro Arbeloa karena pada debutnya, Madrid tereliminasi di babak 16 Copa del Rey. Ironisnya, Madrid kalah 2-3 dari tim divisi kedua, Albacete.

Debut pahit Arbeloa saat membawa Vinicius Junior dan lainnya ke markas tim LaLiga 2 di Stadion Carlos Belmonte, Kamis, 15 Januari 2026 WIB. Madrid, yang mentalnya terkuras setelah kekalahan di final Supercopa de Espana atau Piala Super Spanyol di Arab Saudi, harus bertanding di Copa del Rey.

Dalam kondisi tim yang tertekan setelah kalah dari El Clasico melawan Barcelona, klub kemudian memberhentikan Alonso. Alih-alih bangkit, tim justru semakin buruk saat bertarung di Copa del Rey.

Di pertandingan itu, Arbeloa tidak menurunkan skuad terbaik. Hampir semua pemain utama tidak tampil dan beberapa lainnya hanya duduk di bangku cadangan. Tidak ada Jude Bellingham, Kylian Mbappe, Rodrygo sampai kiper Thibaut Courtois.

Namun, mantan pelatih pemuda Real Madrid itu tetap mempertahankan pemain kunci seperti Vinicius Jr dan bek Dean Huijsen sebagai starter. Selanjutnya, dia memberi kesempatan kepada anak-anak muda yang dipimpin oleh Gonzalo Garcia.

Hanya saja, mereka gagal meredam semangat bertarung tinggi dari Albacete. Ironisnya, Albacete, yang pernah bermain di kasta tertinggi, LaLiga Spanyol, malah mengalami kemunduran di liga. Mereka masih berjuang di dasar klasemen, menempati peringkat 17 dan hanya unggul satu poin dari tim di zona degradasi.

Kegagalan Madrid merupakan kejutan dalam Copa del Rey. Bahkan Arbeloa mengakui kekalahan itu sebagai tragedi.

“Bagi klub ini, hasil imbang adalah hasil buruk. Jika ini terjadi, jelas itu sebuah tragedi. Bayangkan kekalahan seperti ini. Tentu ini sangat menyakitkan,” kata Arbeloa seperti dikutip oleh france24.

“Saya yakin para penggemar merasakan hal yang sama. Apalagi, kami menghadapi lawan dari divisi yang lebih rendah meski kami juga tahu bahwa lawan tidak mudah dihadapi,” ujarnya.

Arbeloa juga menyatakan bahwa dia bertanggung jawab atas kegagalan. Termasuk keputusan siapa yang di turunkan dalam pertandingan. Dia juga tetap menghargai para pemain meski harus tereliminasi dalam Copa del Rey.

“Siapa pun yang harus bertanggung jawab dan pantas disalahkan tentu saya. Alasannya adalah saya yang membuat keputusan tentang siapa yang akan menjadi pemain inti. Bagaimana kami harus bermain dan pergantian pemain,” katanya.

“Saya juga tetap berterima kasih kepada para pemain. Bagaimana mereka menyambut saya dan bagaimana mereka berusaha sebaik mungkin dalam pertandingan ini,” kata Arbeloa lagi.

Dalam pertandingan itu, Arbeloa menyertakan dua pemain dari tim cadangan/tim muda, gelandang bertahan Jorge Cestero dan bek kanan David Jimenez. Meskipun dia tampil dengan tim cadangan, Madrid mampu mendominasi permainan. Vinicius Jr mengancam gawang Albacete. Hanya saja tendangannya masih terlalu tinggi.

Setelah Vinicius Jr gagal memanfaatkan peluang, tidak ada serangan lanjutan dari Madrid. Sebaliknya, tuan rumah membuat kejutan dengan membuka kebuntuan ketika Javi Villar mencetak gol ke gawang Andriy Lunin pada menit ke-42. Villar, yang lolos dari kawalan Franco Mastantuono, berhasil menyambut bola dari sepak pojok. Skor 1-0 untuk Albacete.

Namun keunggulan tidak bertahan lama. Mastantuono segera menyamakan skor juga setelah dia menyambut sepak pojok di waktu injury time. Tembakan dari jarak dekat oleh pemain muda Argentina itu mengubah skor menjadi 1-1 yang bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Albacete menjaga permainan yang efektif dan efisien untuk selangkah lebih maju dari Madrid, yang memiliki kualitas individu yang lebih unggul. Bahkan tim yang dilatih oleh Alberto Gonzalez mampu frustasi para pemain Madrid karena mereka tidak bisa menembus pertahanan lawan.

Ketika Madrid tidak berhenti memberikan tekanan, Albacete berhasil mencuri gol pada menit ke-82. Kali ini Jefte Betancor berhasil mencetak gol ke gawang Lunin sehingga skor berubah menjadi 2-1.

Madrid menolak untuk menyerah dan terus bermain secara ofensif untuk menyamakan gol. Upaya mereka masih bisa berbuah manis ketika pertandingan memasuki waktu injury. Garcia berhasil mencetak gol ke gawang lawan pada menit ke-90.

Gol sebelum jeda memberi semangat baru bagi pemain Madrid. Setidaknya, mereka terhindar dari ancaman kegagalan. Namun, tim Arbeloa hanya merasa senang untuk sementara waktu.

Jefte dengan sensasional berhasil mengalahkan Lunin untuk kedua kalinya ketika pertandingan masih dua menit lagi. Tembakannya yang melambung tidak terjangkau oleh Lunin yang mengubah skor menjadi 3-2. Gol itu membuat Albacete mencatat sejarah karena pertama kalinya dalam sejarah klub mengalahkan Madrid.