JAKARTA – AS Roma tersingkir di babak 16 besar Coppa Italia. Bermain di kandang di Stadion Olimpico pada Rabu, 14 Januari 2026 WIB, Roma terpaksa menyerah 3-2 saat menjamu Torino. Kemenangan tersebut membawa Torino bertemu dengan tim unggulan Inter Milan di perempat final.
Roma, yang sedang berusaha masuk zona Liga Champions, terlihat kurang serius dalam Coppa Italia. Pelatih Gian Piero mengganti hampir seluruh skuad ketika menghadapi Torino, yang berada di tengah-tengah Serie A Italia.
Tidak hanya itu, Gasperini juga bereksperimen dengan memainkan Zeki Celik dan Jan Ziolkowski sebagai bek. Sementara itu, bek tengah andalan Gianluca Mancini tidak dimainkan. Begitu pula Paulo Dybala dan Evan Ferguson yang selalu menjadi pilihan utama sebagai penyerang tengah.
Di garis depan, Gasperini mengandalkan Matias Soule yang tetap menjadi pilihan utama bersama Stephan El Shaarawy dan Leon Bailey. Sementara itu, Bryan Cristante menggantikan Manu Kone untuk menjadi lapisan serangan dari tengah lapangan.
Sementara itu, Torino kembali mengirim Che Adams dan Giovanni Simeone ke depan. Pelatih Marco Baroni tidak membuat banyak perubahan dalam skuad ketika menghadapi Roma.
Meskipun tampil dengan komposisi pemain yang berbeda, Roma sebenarnya mampu menekan dan menciptakan peluang. Pertandingan baru berjalan tiga menit, gelandang Niccolo Pisilli sudah mengancam gawang Torino. Namun tendangannya dapat dihentikan oleh kiper Alberto Paleari.
Selanjutnya, giliran Torino mendapat kesempatan ketika Adams berhadapan dengan kiper Mile Svilar pada menit ke-12. Hanya saja, tendangannya mengenai tubuh Svilar sehingga ia gagal mencetak gol.
Setelah gagal, Adams akhirnya berhasil membobol gawang Svilar pada menit ke-35. Menerima umpan dari Nikola Vlasic, ia melepaskan tendangan keras yang mengenai Ziolkowski sedikit sehingga bola kemudian meluncur ke dalam gawang tanpa dapat dijangkau Svilar.
Skor 1-0 untuk Torino membuat mereka semakin bersemangat mengejar ketertinggalan dari Roma. Hanya saja serangan mereka tidak membuahkan hasil dan skor tetap bertahan hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, Roma mengambil inisiatif menyerang dengan masuknya Evan Ndicka yang baru saja tampil di Piala Afrika. Bek Mario Hermoso juga dimainkan menggantikan Ziolkowski.
Kehadiran Hermoso membuat serangan Giallorossi lebih hidup. Ternyata pertandingan baru berjalan 30 detik, ia yang menutup Bailey berhasil menembus gawang Torino.
Hanya imbang 1-1 tidak bertahan lama. Adams berhasil mencetak brace enam menit kemudian. Gol ini tercipta saat bek Adrien Tameze memberikan umpan silang yang kemudian mengenai rekannya Vlasic. Bola kemudian mengarah ke Adams yang mengkonversikannya menjadi gol.
Ketinggalan 2-1, Gasperini akhirnya memasukkan Dybala dan Kone. Ia juga memberikan kesempatan kepada pemain muda Antonio Arena yang membuat debutnya di tim senior.
Arena, yang masih berusia 16 tahun, tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan Gasperini. Ia berhasil memecah kebuntuan saat menyelesaikan umpan Franca pada menit ke-81. Sundulannya berhasil mengubah skor menjadi 2-2.
Gol tersebut juga meningkatkan adrenalin para pemain Roma dan membuka peluang bagi pertandingan untuk diselesaikan melalui adu penalti. Namun, Torino berhasil memanfaatkan peluang ketika pertandingan hampir berakhir.
Pada menit ke-90, Torino mendapat tendangan sudut yang menciptakan kekacauan di depan gawang Roma. Kiper Svilar sebenarnya berhasil menghalau bola ke arah gawang. Namun, bola tersebut tergelincir yang kemudian diambil oleh Emirhan Ilkhan. Gol terlambat Torino karena Roma tidak memiliki kesempatan untuk mengejar.
Skor 3-2 bertahan hingga akhir pertandingan. Torino juga lolos ke perempat final. Hanya Inter adalah lawan yang tangguh dan saat ini menduduki puncak klasemen menunggu El Toro.






