Barcelona Berpeluang Masuk Babak 8 Besar Liga Champions setelah Menang atas Slavia Prague Barcelona membuka harapan untuk masuk ke babak delapan besar Liga Champions dan otomatis lolos ke babak gugur setelah mengalahkan Slavia Prague 4-2 di Stadion Fortuna Arena, Prague, Kamis, 22 Januari 2026 WIB. Striker Robert Lewandowski mencetak dua gol untuk kedua tim dalam pertandingan tersebut.
Barca meraih kemenangan penting di Liga Champions. Meskipun mereka harus bekerja keras dan kebobolan terlebih dahulu serta ditandai dengan gol bunuh diri Lewandowski, Barca akhirnya berhasil mengalahkan Slavia.
Ini merupakan kemenangan ke-12 dari 13 pertandingan terakhir yang dimainkan oleh Barca. Satu-satunya kekalahan dialami oleh Barca dalam kompetisi LaLiga Spanyol akhir pekan lalu. Mereka terpaksa menyerah 2-1 oleh Real Sociedad yang membuat persaingan perebutan gelar liga dengan Real Madrid semakin ketat.
Keberhasilan Barca meraih tiga poin dalam pertandingan tandang membuat mereka mampu meningkatkan posisinya. Saat ini, Barca berada di peringkat kesembilan dengan 13 poin. Tim yang saat ini menempati puncak klasemen LaLiga masih berada di zona playoff dan belum mampu masuk ke delapan besar.
Namun, Blaugrana memiliki kesempatan untuk mencapai target delapan tim untuk lolos secara otomatis ke babak 16 terakhir jika mereka mengalahkan Copenhagen dalam pertandingan terakhir fase kualifikasi. Pertandingan itu sendiri akan diadakan di kandang Barca di Stadion Camp Nou, 29 Januari 2026.
Kesempatan untuk masuk ke delapan besar tetap terbuka karena dua tim yang berada di peringkat keenam dan ketujuh, Paris Saint-Germain dan Newcastle United, akan saling berhadapan dalam pertandingan terakhir. Kedua tim tersebut memiliki 13 poin namun memiliki selisih gol yang lebih baik daripada Barca.
Sementara itu, Slavia Prague, yang belum pernah memenangkan pertandingan dalam kompetisi Eropa, telah tereliminasi dari kompetisi untuk mendapatkan tiket ke babak berikutnya karena mereka berada di dasar klasemen. Mereka terjebak di peringkat 34 atau dua strip di bawah dengan tiga poin.
Dalam pertandingan itu, Barca kehilangan bintang muda Lamine Yanal yang absen karena akumulasi kartu kuning sehingga pelatih Hansi Flick mengubah komposisi pemain dengan menempatkan Lewandowski sebagai ujung tombak tunggal. Ferran Torres yang biasanya menggantikan Lewandowski tidak dapat bermain karena cedera.
Dengan formasi 4-2-3-1, Flick menempatkan Raphinha, Fermin Lopez, dan Roony Bardghji di lini tengah. Hal ini berarti Marcus Rashford memulai pertandingan dengan duduk di bangku cadangan.
Namun, Barca agak kesulitan dalam pemanasan dan Slavia memberikan tekanan dengan mencekik pertahanan tim tamu. Bahkan Slavia berhasil unggul terlebih dahulu setelah striker Vasil Kusej mencetak gol ke gawang Joan Garcia ketika pertandingan baru berjalan 10 menit. Gol itu bermula dari sepak pojok Slavia yang menciptakan kekacauan di depan gawang Barca dan Kusej yang berhasil memanfaatkan situasi untuk mencetak gol.
Namun, keunggulan 1-0 Slavia tidak bertahan lama. Pada menit ke-34, Fermin Lopez berhasil menyamakan kedudukan. Menerima umpan brilian dari Frenkie de Jong, dia mampu menyelesaikannya meski dari sudut yang sempit.
Dalam hasil imbang 1-1, Slavia kembali memberikan tekanan. Namun Barca membalikkan keadaan setelah Lopez mencetak gol keduanya pada menit ke-42. Dia berhasil mencetak brace setelah menyelesaikan assist dari Pedri.
Slavia enggan menyerah meski tertinggal dua gol dari Lopez. Mereka kembali bermain secara ofensif yang membuat pertandingan semakin ketat. Seperti yang terbukti, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menyamakan skor.
Tuan rumah berhasil mencetak gol untuk kedua kalinya setelah Lewandowski mencetak gol bunuh diri ketika ada krisis di depan gawang menyusul sepak pojok dari Slavia. Ini merupakan gol bunuh diri pertama Lewandowski dalam kompetisi Liga Champions.
Gol tersebut pada menit ke-44 menunjukkan kesulitan Barca dalam menghadapi situasi bola mati dari sepak pojok. Skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga babak pertama.
Memasuki babak kedua, Barca mengambil inisiatif untuk menyerang. Saat pertandingan memasuki pertengahan babak kedua, Pedri mengalami cedera hamstring sehingga ia harus diganti. Flick memasukkan Dani Olmo untuk menggantikan Pedri pada menit ke-61. Pada saat yang sama, Rashford menggantikan Bardghji.
Kedatangan mereka membuat serangan Barca semakin hidup. Bahkan hanya dua menit kemudian, Olmo berhasil mencetak gol yang membuat Barca kembali unggul. Tembakan Olmo dari jarak jauh meluncur ke sudut atas gawang tanpa bisa dijangkau oleh kiper Jindrich Stanek. Skor berubah menjadi 3-2 untuk Barca.
Gol tersebut juga meningkatkan adrenaline para pemain Barca. Mereka lebih agresif menekan pertahanan lawan. Akibatnya, Barca meningkatkan keunggulan. Lewandowski membayar kesalahan dengan mencetak gol ke gawang Slavia pada menit ke-71. Gol dari striker tim nasional Polandia itu diciptakan setelah menerima umpan silang dari Rashford.
Skor berubah menjadi 4-2. Barca juga bermain lebih santai setelah gol tersebut. Tidak ada tambahan gol dan skor tetap sama hingga akhir pertandingan.
Meskipun menang, Flick mengakui bahwa tim kesulitan saat menghadapi sepak pojok dalam pertandingan. “Kami kebobolan dua kali melalui bola mati. Kami mengalami kesulitan karena pemain lawan kuat dengan postur tubuh yang lebih tinggi,” kata Flick seperti yang dikutip oleh situs UEFA.
“Namun akhir pertandingan ini adalah apa yang saya inginkan dari tim ini. Mereka tetap tenang meskipun tertinggal dan tetap percaya diri. Mereka juga terus bermain dengan keberanian,” katanya.
(Tags: barcelona, slavia praha, liga champions, liga champions 2025/22026, hansi flick, lamine yamal, marcus rashford, dani olmo, frenkie de jong, hasil pertandingan sepak bola, sepak bola, sepak bola internasional)





