Beranda Indonesia Capella Ubud Mengubah Kembali Pariwisata Mewah di Bali, Indonesia dengan Pengalaman Menjelajah...

Capella Ubud Mengubah Kembali Pariwisata Mewah di Bali, Indonesia dengan Pengalaman Menjelajah Hutan yang Unik dan Penginapan yang Mendalam

18
0

Diterbitkan pada
23 Januari 2026

Hotel Capella Ubud menetapkan standar baru untuk pengalaman mewah eksklusif dan lengkap yang saat ini ditemukan di pasar mewah Bali yang kompetitif termasuk berbagai resor pinggir pantai dan vila bintang lima. Resor desain Bill Bensley di hutan Ubud menyediakan pengalaman keramahan yang berbeda yang mendefinisikan ke mewahan melalui kemampuannya untuk menciptakan koneksi yang genuin dan menceritakan kisah yang otentik. Hotel Capella Ubud, yang dibuka pada tahun 2018, telah menarik pengunjung internasional yang menginginkan lebih dari akomodasi karena mereka mencari pengalaman yang tak terlupakan yang memungkinkan mereka untuk menjelajahi keindahan alam Bali dan warisan budaya tradisional.

Pengalaman Imersif Di Luar Kemewahan Tradisional

Daya tarik Capella Ubud terletak pada kemampuannya untuk menawarkan pengalaman intim dan sensoris yang jauh melampaui harapan tradisional akan mewah. Dengan hanya 23 tenda, 22 satu kamar dan satu suite tenda dua kamar, desain rendah resor ini mengembangkan rasa koneksi yang seringkali sulit dicapai oleh resor yang lebih besar. Keterikatan ini ditingkatkan dengan komitmen resor terhadap keberlanjutan, dengan konstruksi memastikan tidak ada pohon yang ditebang atau dipindahkan selama pengembangan, memungkinkan properti ini menyatu dengan sempurna dengan hutan sekitar.

Manajer Umum Christian Jaquier membagikan bahwa rasa imersi di hutan Ubud adalah persis apa yang dicari oleh para wisatawan mewah saat ini. Dia menjabarkan bahwa sementara Bali menjadi rumah bagi banyak resor bintang lima, Capella Ubud menonjol karena pengalaman menginap di tenda yang memberikan sesuatu yang unik kepada para tamu. Properti ini memungkinkan pengunjung untuk benar-benar terhubung dengan alam, dengan aktivitas mulai dari berjalan-jalan melintasi sawah subur dan berinteraksi dengan penduduk desa, hingga terlibat dalam ritual penyucian air pribadi di candi tersembunyi di bawah properti.

Kemewahan dengan Sentuhan Personal: Filosofi Desain yang Unik

Masing-masing tenda Capella Ubud adalah karya seni, dirancang secara teliti oleh arsitek terkenal Bill Bensley. Dengan bahan-bahan yang diperoleh secara lokal dan tema yang dirancang dengan cermat, tenda-tenda ini menawarkan koneksi intim dengan budaya dan sejarah Bali. Mulai dari Tenda Arsitek hingga Tenda Pura Bali, setiap tenda menceritakan cerita yang berbeda, memastikan bahwa tidak ada dua penginapan yang sama. Para tamu dapat memilih tenda yang sejalan dengan minat pribadi mereka, apakah itu menghargai keahlian seni lokal atau meresapi warisan spiritual pulau ini.

Jaquier mencatat bahwa perhatian terhadap detail dalam desain ini adalah elemen kunci daya tarik Capella Ubud. Resor ini tidak bergantung pada fasilitas mewah generik, tetapi lebih fokus pada menciptakan lingkungan di mana para tamu merasa terhubung secara mendalam dengan tanah dan tradisinya. Dengan setiap tenda menawarkan fitur unik, mulai dari desain hingga dekor, pengalaman di Capella Ubud menjadi sangat pribadi dan bermakna.

Pengalaman yang Disesuaikan, di Dalam Resor, yang Menyoroti Harta Tersembunyi Bali

Capella Ubud berkisah tentang menciptakan pengalaman eksklusif dan disesuaikan yang menyoroti permata tersembunyi Bali, jauh dari lokasi turis yang tipikal. Salah satu fitur unggulan dari resor ini adalah tim Capella Rangers, yang memandu para tamu melalui pengalaman yang disesuaikan mulai dari mendaki lanskap vulkanik hingga menjelajahi titik pandang di luar jalur yang biasa. Alih-alih mengandalkan operator tur eksternal, tim resort ini bertanggung jawab penuh atas merancang ekskursi yang berkesan dan otentik untuk setiap tamu.

Jaquier menyoroti beberapa aktivitas paling populer dari resor ini, seperti sarapan di perahu bambu di danau lava dan pendakian yang dipandu melalui lanskap yang masih perawan. Dia juga menyebutkan bahwa Capella Ubud telah mengidentifikasi titik-titik pandang unik untuk menyaksikan matahari terbit, menghindari lokasi yang lebih ramai dan terlalu diekspos. Pengalaman eksklusif ini membantu pengunjung melarikan diri dari jebakan turis yang tipikal dan terhubung dengan keindahan alam Bali dengan cara yang terasa intim dan luar biasa.

Iklan

Iklan

Jaquier menyoroti kebiasaan wisata mewah yang berkembang bagi para wisatawan yang mengunjungi Bali. Semakin banyak, Bali dipandang sebagai pusat gerbang, dengan pengunjung menghabiskan dua hingga empat malam di Capella Ubud sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi Indonesia lainnya. Saat pola perjalanan bergeser, Bali tetap menjadi titik penting dalam itinerary Indonesia, tetapi para wisatawan sekarang ingin menjelajahi lebih banyak dari yang ditawarkan oleh wilayah tersebut.

Kemampuan resor untuk melayani tren yang berubah ini adalah salah satu alasan mengapa resor ini mengalami permintaan yang kuat dari pengunjung global. Alih-alih tinggal lama di Bali, para wisatawan modern ingin menjelajahi wilayah yang lebih luas, dan pengalaman singkat namun sangat imersif Capella Ubud membuatnya menjadi basis yang sempurna untuk perjalanan mereka. Jaquier mencatat bahwa penginapan di resor biasanya sekitar tiga hingga empat malam, memberikan cukup waktu untuk mengalami budaya dan alam pulau ini sebelum menuju ke destinasi lainnya.

Pariwisata Berkelanjutan yang Digerakkan oleh Pengalaman di Bali

Saat Bali terus melihat peningkatan dalam pariwisata, pulau ini menghadapi tekanan yang semakin besar dari pembangunan dan kerumunan. Namun, Capella Ubud tetap teguh dalam komitmennya terhadap pariwisata berkelanjutan, memberikan contoh tentang bagaimana resor mewah dapat menawarkan penginapan mewah sambil mempertahankan integritas lingkungan dan budaya lokal.

Jaquier menyatakan keyakinannya bahwa Bali dapat terus berkembang sebagai destinasi mewah sambil tetap setia pada asal-usulnya. Ia menekankan bahwa pesona Bali tidak hanya terletak pada keajaiban alamnya, tetapi juga pada orang-orang dan budayanya. Di Capella Ubud, hubungan ini dengan tradisi dan nilai-nilai lokal dijalin dalam setiap pengalaman tamu, memperkuat pentingnya keberlanjutan budaya bersama dengan tanggung jawab lingkungan.

Masa Depan Wisata Mewah yang Berkelanjutan di Bali

Capella Ubud sedang mengubah cara para wisatawan mewah mengalami Bali, mencampur kenyamanan mewah dengan pengalaman budaya yang mendalam. Resor ini mempertahankan prinsip asli dan praktik berkelanjutan serta gaya arsitektur yang khas menarik pengunjung mewah dari seluruh dunia yang mencari pengalaman perhotelan bermutu tinggi yang melebihi penawaran mewah standar. Capella Ubud menunjukkan bagaimana pengalaman perjalanan mewah bisa menawarkan tamu momen mewah dan perjalanan transformatif melalui tawaran budaya Bali yang otentik.

Artikulli paraprakUPDATE LANGSUNG: Berita utama hari ini di Florida Selatan
Artikulli tjetërStart
Maharani Sinta
Saya Sinta Maharani, alumni Universitas Gadjah Mada dengan gelar Sarjana Hubungan Internasional. Sejak 2015, saya bekerja sebagai jurnalis ekonomi dan bisnis, memulai karier di CNBC Indonesia sebagai penulis berita pasar dan industri. Pada 2019, saya pindah ke Bisnis Indonesia dan fokus pada analisis ekonomi makro, investasi, dan perdagangan regional Asia Tenggara. Saya percaya jurnalisme ekonomi harus akurat, kontekstual, dan mudah dipahami.