Beranda Budaya $25.000 hibah tersedia untuk program seni nirlaba, budaya yang mendukung veteran Hawaii

$25.000 hibah tersedia untuk program seni nirlaba, budaya yang mendukung veteran Hawaii

3
0

Kota Kunjungan Pinakaf Nasional Hawaiʻi akan memberikan $25.000 kepada organisasi yang memenuhi syarat untuk program seni atau budaya yang mendukung veteran Hawaiʻi.

Program ini didanai secara federal dalam rangka perayaan America250, perayaan Amerika Serikat atas ulang tahun ke-250 Deklarasi Kemerdekaan pada 4 Juli 1776.

National Endowment for the Arts mengalokasikan dana kepada lembaga seni negara bagian di seluruh negara untuk mendukung proyek seni yang merayakan warisan seni dan kreativitas bangsa.

Pendaftaran terbuka hingga Jumat, 6 Februari pukul 14.00. Hibah ini terbuka bagi organisasi nirlaba veteran dan militer, organisasi pelayanan masyarakat, organisasi budaya, dan organisasi seni yang terdaftar di Negara Bagian Hawaiʻi.

Apply at https://hiepro.ehawaii.gov/sav-search.html. Masukkan kode permintaan # P26001370 dan klik cari. Anda mungkin perlu masuk ke HIePro untuk melihat permintaan tersebut.

Membuat login ke HIePro gratis. Link info di website SFCA: https://sfca.hawaii.gov/america250-25k-grant-for-hawai%ca%bbi-veterans/, FACEBOOK:@HawaiiSFCA atau INSTAGRAM:@Hawaii_SFCA America250 grant.

Seluruh aktivitas proyek harus dilaksanakan di Negara Bagian Hawaiʻi. Proposal bisa mencakup kegiatan yang menghormati veteran atau meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan komunitas militer dan veteran.

Contoh proyek yang mungkin adalah program seni dan penyembuhan, seni visual, StoryCorps, kata-kata yang diucapkan, film, pameran, pertunjukan, interpretasi sejarah/waris dan proyek sejarah hidup.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi State Foundation on Culture and the Arts Konsultan Hibah Seni Komunitas Brittany Rakowitz di brittany.rakowitz.consultant@hawaii.gov atau 808-586-0300.

Artikulli paraprakMarc Shaiman membicarakan kariernya yang gemilang di dunia showbiz dalam memoar baru
Pratama Ahmad
Saya Ahmad Pratama, lulusan Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia. Karier jurnalistik saya dimulai pada tahun 2014 sebagai reporter lapangan di Kompas.com, di mana saya banyak meliput isu politik nasional dan kebijakan publik. Pada tahun 2018, saya bergabung dengan Tempo sebagai jurnalis investigasi, fokus pada transparansi pemerintahan dan isu sosial. Hingga kini, saya terus menulis berita mendalam dengan pendekatan berbasis data dan verifikasi lapangan.