Analisis di China menggambarkan pertahanan udara Venezuela – yang sebagian besar bergantung pada teknologi Rusia – “penuh kelemahan dan lambat bereaksi” di tengah surveilans modern, cyber, dan perang elektronik yang ditampilkan oleh pasukan AS dalam operasi Sabtu di Caracas.
Operasi ini bisa menjadi studi kasus lebih lanjut bagi China, yang telah lama menjadi pengamat operasi militer AS, terutama sejak Perang Teluk 1991.
Namun, beberapa analis China berpendapat bahwa AS menargetkan lawan yang jauh lebih lemah, membuat operasi ini kurang sebagai peringatan langsung bagi kekuatan besar.
China menuntut AS melepaskan Maduro
Dalam misi yang berlangsung kurang dari tiga jam, unit-unit militer AS termasuk Pasukan Elit Delta menculik Maduro dan istrinya Cilia Flores dari kompleks Caracas yang dibobol mereka, mengangkut mereka ke kapal perang AS sebelum terbang ke New York.
Venezuela memiliki pertahanan udara buatan Rusia yang canggih, termasuk sistem rudal permukaan-ke-udara S-300VM dan kompleks Buk-M2, serta sistem radar JY-27A buatan China.




