Direktur Reuters Mohammad bin Zayed Al Nahyan memimpin delegasi negara yang mengikuti pembicaraan tiga arah antara Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina. Delapan orang terlihat dalam gambar tersebut.
Pertemuan perdamaian tiga arah pertama antara Rusia, Ukraina, dan AS telah berakhir di Abu Dhabi tanpa terobosan yang jelas, ketika pertempuran terus berlanjut.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyebutkan kemungkinkan pertemuan kedua bisa terjadi secepat minggu depan, sementara pejabat Amerika mengatakan babak baru akan dimulai pada 1 Februari.
Perundingan dua hari berakhir setelah gelombang serangan udara Rusia menargetkan infrastruktur energi Ukraina yang rusak parah, menewaskan satu orang dan melukai 35 lainnya, kata pejabat Ukraina.
Rusia menuduh Ukraina menyerang sebuah ambulans di wilayah Ukraina yang berada di bawah kendalinya, menewaskan tiga tenaga medis. Kemudian, Rusia melaporkan serangan misil Ukraina terhadap infrastruktur energi di Belgorod.
BBtidak dapat memverifikasi laporan-laporan tersebut secara independen.
Pertemuan di Abu Dhabi merupakan pertemuan tiga pihak pertama sejak Kremlin meluncurkan invasi penuh terhadap tetangganya pada tahun 2022.
“Fokus utama pembahasan adalah parameter kemungkinan untuk mengakhiri perang,” tulis Zelensky di X.
“Saya sangat menghargai pemahaman tentang perlunya pemantauan dan pengawasan Amerika terhadap proses pengakhiran perang dan memastikan keamanan yang sebenarnya.”
Semua pihak setuju untuk “melaporkan kembali ke ibukota mereka” dan berkoordinasi langkah-langkah lanjut dengan pemimpin mereka, tambahnya.
“Kami telah sepakat bahwa babak berikutnya dimulai Minggu depan lagi di Abu Dhabi,” kata seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada wartawan.
Keputusan untuk mengadakan pertemuan lebih lanjut adalah “tanda baik” dan “banyak pekerjaan” telah dilakukan selama dua hari negosiasi, tambahnya.
Kantor berita negara Rusia Ria-Novosti melaporkan bahwa Moskow tetap terbuka terhadap kelanjutan dialog dengan Ukraina dan AS.




